Sunday, January 6, 2013

Ahlan Wa Sahlan.

Bismillahhirrahmannirrahim..

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.


2012 dah tak mungkin kita jejak (mungkin jika benar mesin masa itu mampu ada). Tapi, kalau nak ceritakan kisah lama, macam tak perlu,  ke...? Erm... entah, hari ni tak terasa pula nak berflash back.


2013. Ahlan wa Sahlan. Dulu, masa sekolah-sekolah dulu (sekolah agama), selalu guna perkataan ni. Setiap masa kalau ada tamu datang. Lepas tu, dah lama tinggalkan bahasa arab. Jadi, terlupa seketika.

Hari ini, saya ada terbaca satu kisah cinta. The sweetest love story i've ever read. Yup! Saya ni memang peminat kisah-kisah cinta. Nak buat macam mana, kaaaan... I am such a helpless romantic girl on the earth! Pffftt :P

Heeee~ tapi, kali ni kisah dia lain sikit. Kisah ini bukan karangan Nicholas Sparks yang tulis The Notebook yang the boom itu. Kisah cinta ini bukan juga kisah cinta sepertinya dalam Istanbul Aku Datang. Tapi, kisah ini berdasarkan kisah benar. Kisah sebelum wujudnya tarikh Masihi. Kisah cinta putri Rasulullah saw, Fatimah Az-Zahra bersama Ali bin Abi Thalib.

Betapa utuh cinta Ali kepada Fatimah. Betapa rendah hatinya. Betapa ikhlas dia, saat Fatimah di pinang sahabat Rasulullah yang lain.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.Ia mengambil kesempatan.Itulah keberanian.Atau mempersilakan.Yang ini pengorbanan.

Namun, apa yang dihajatkan Allah, pasti tercapai dengan kehendaknya jua. Maka, berkahwinlah mereka.


Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ”
‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”
Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Oh! Saya mencair *literally!*

Jadi, apa kaitan Ahlan wa Sahlan dengan kisah cinta ni, kan? Haa! Haruslah anda membacanya sendiri, dan bagi saya, perkataan Ahlan Wa Sahlan di sini sangaaaaatlah sweet jugak. *cair lagi*

Oh, ini link kisah yang saya baca tu. Moga memberi manfaat ^^

http://psikoci.wordpress.com/2011/10/20/50/

1 comments:

emanuel zacharia said...

Boleh jd blog yg romantik nih...teruja dgn penyataan fatimah r.a perkahwinan bgitu yt kita mahu.ada senda gurau dan kejutan